Sejarah D’P@S’4 / The Faspor
D’P@S’4, yang juga dikenal sebagai D’Paspor atau The Faspor, merupakan grup musik independen asal Cikalong, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Band ini tumbuh dari lingkungan pertemanan anak-anak muda di sekitar Gg. Sontang. Sebelum serius membentuk band, mereka terlebih dahulu berkumpul sebagai sebuah kelompok pertemanan yang dikenal dengan nama BelPas, atau "Belakang Pasar".
Berdasarkan dokumentasi historis band, D’P@S’4 terbentuk pada 4 Februari 2007 dan kemudian diresmikan pada 11 November 2008.
Dari BelPas, Gank Sontank, hingga Ripuh Band
Jauh sebelum nama D’P@S’4 dikenal, para personelnya merupakan sekelompok anak muda yang sering berkumpul, bercanda dan menghabiskan waktu bersama.
Kelompok tersebut dikenal sebagai BelPas, singkatan dari "Belakang Pasar". Mereka juga menggunakan nama Gank Sontank.
Dari pertemanan tersebut kemudian muncul keinginan untuk membuat sebuah band. Mereka mengumpulkan uang secara patungan dan menyewa rental musik untuk latihan.
Band pertama yang mereka bentuk diberi nama Ripuh Band. Nama "Ripuh" dikaitkan dengan kata "ribet", menggambarkan tingkah mereka yang penuh keseruan dan keributan ketika berkumpul.
Lahirnya Nama D’P@S’4
Setelah periode Ripuh Band, para personel kembali berkumpul dan membentuk kelompok dengan nama baru, yaitu D’P@S’4.
Nama tersebut memiliki hubungan dengan kata paspor, yaitu tiket atau dokumen perjalanan untuk bepergian ke luar negeri.
Dalam penjelasan lain yang beredar di arsip band, huruf D dikaitkan dengan "Di Belakang", sedangkan P@S berkaitan dengan "Pasar". Angka 4 menjadi bagian dari identitas kelompok mereka.
Perubahan Gaya Musik
Setelah berganti nama menjadi D’P@S’4, para personel mulai meninggalkan karakter lagu jenaka dari Ripuh Band.
Mereka mulai membuat lagu dengan tema yang lebih dekat dengan kehidupan remaja dan anak muda, terutama cinta, kerinduan, perpisahan, kesetiaan dan patah hati.
D’P@S’4 kemudian dikenal sebagai band dengan warna pop yang kuat dengan lirik-lirik romantis.
Personel D’P@S’4
Formasi yang tercatat dalam dokumentasi sekitar 2012–2013 adalah sebagai berikut:
Perjalanan Karier
D’P@S’4 membangun karier secara mandiri. Para personel menggunakan modal patungan untuk latihan dan produksi musik.
Mereka kemudian mencoba masuk studio dan membuat rekaman sendiri.
Dalam prosesnya, mereka menerima berbagai kritik dan ejekan dari lingkungan musik amatir. Namun hal tersebut tidak membuat mereka berhenti.
Justru pengalaman tersebut membuat mereka semakin terdorong untuk belajar, berlatih dan memperbaiki karya.
“Rinduku” dan Popularitas Lokal
Salah satu lagu yang paling dikenal dari D’P@S’4 adalah “Rinduku”.
Berdasarkan arsip perjalanan band, lagu tersebut sempat mencapai posisi runner-up di salah satu stasiun radio lokal, Iftek FM.
Lagu ini mempunyai tema kerinduan terhadap seseorang yang jauh, sehingga sangat dekat dengan kehidupan pendengar mereka.
Lagu-Lagu D’P@S’4
Berikut sejumlah karya yang tercatat dalam dokumentasi dan arsip musik D’P@S’4:
Kumpulan Karya “Cinta Adalah Anugrah”
| No. | Judul Lagu |
|---|---|
| 1 | Menangislah Karna Dosa |
| 2 | Cinta Terindah |
| 3 | Dan Billa |
| 4 | Cinta Adalah Anugrah |
| 5 | Cinta Tak Direstui |
| 6 | Jangan Pernah Melupakanku |
| 7 | Aku Tak Pantas Untukmu |
| 8 | Tak Ingin Lepas Lagi |
| 9 | Tanpa Hadirmu |
| 10 | Cinta Tak Mengenal Setia |
D’P@S’4 di Era Internet dan Streaming
Pada awal 2010-an, D’P@S’4 aktif memanfaatkan blog, Facebook, Twitter, ReverbNation dan berbagai media internet untuk memperkenalkan karya mereka.
Perubahan teknologi kemudian membuat karya-karya lama mereka tetap memiliki jejak di layanan musik digital.
Spotify, Apple Music, JOOX dan platform lainnya mencatat berbagai karya yang menggunakan nama Dpaspor atau D’P@S’4.
Hal tersebut menunjukkan bahwa katalog musik mereka masih dapat ditemukan oleh pendengar generasi berikutnya.
Nizer: Komunitas Penggemar
Para penggemar D’P@S’4 dikenal dengan sebutan Nizer atau D’Paspor Nizer.
Nama tersebut muncul dalam berbagai dokumentasi komunitas penggemar dan arsip internet D’P@S’4 pada periode awal 2010-an.
Timeline Sejarah D’P@S’4
Para personel berkumpul sebagai kelompok pertemanan BelPas atau Belakang Pasar dan Gank Sontank.
Mereka membentuk Ripuh Band dengan modal patungan dan memainkan lagu-lagu yang bersifat jenaka.
D’P@S’4 mulai terbentuk.
D’P@S’4 dicatat sebagai resmi didirikan atau diresmikan.
Band mulai serius melakukan rekaman dan memperkenalkan lagu-lagu bertema cinta.
Lagu-lagu seperti Rinduku, Tanpa Hadirmu dan Jangan Pernah Melupakanku semakin dikenal melalui radio, kaset dan internet.
Dokumentasi profil personel, katalog lagu dan komunitas Nizer semakin banyak muncul di internet.
“Kau Hancurkan Hatiku” tercatat sebagai rilisan digital D'P@S'4 di Apple Music.
Nama Dpaspor masih muncul pada layanan streaming, termasuk katalog live di JOOX.
Kesimpulan
D’P@S’4 atau The Faspor merupakan salah satu contoh perjalanan band indie daerah yang berangkat dari persahabatan dan lingkungan lokal.
Berawal dari BelPas dan Ripuh Band, mereka kemudian membangun identitas baru melalui D’P@S’4.
Dengan musik pop bertema cinta, lagu seperti Rinduku, Tanpa Hadirmu, Jangan Pernah Melupakanku dan Kau Hancurkan Hatiku menjadi bagian dari jejak musik mereka.
Kisah D’P@S’4 menunjukkan bahwa sejarah musik Indonesia tidak hanya lahir dari industri besar di Jakarta atau kota-kota utama.
Banyak cerita musik justru tumbuh dari kampung, tongkrongan, rental musik dan komunitas kecil seperti yang terjadi pada D’P@S’4 di Cikalong, Karawang.
Sumber dan Referensi
- Dokumentasi profil resmi/arsip D’P@S’4 mengenai sejarah, tanggal pembentukan dan karya.
- Arsip biografi D’Pasfor Band mengenai asal-usul, personel dan perjalanan Ripuh Band.
- Dokumentasi komunitas D’P@S’4 mengenai lagu dan perjalanan band.
- ReverbNation D’P@S’4 untuk dokumentasi lagu dan video.
- Apple Music untuk katalog digital D’P@S’4.
- JOOX untuk katalog musik Dpaspor.
